kjlkajsd lkjald

DETAIL THESIS

VERBA GERAKAN PADA NOVEL TWILIGHT KARYA MEYER DAN STRATEGI PENERJEMAHANNYA PADA TWILIGHT


Oleh : UTEI CHARALEGHY PAMPHILA | -
Bidang Ilmu : Linguistik | Tahun Penelitian : 2011

Download Tesis


ABSTRAK

Hasil terjemahan memiliki peran penting dalam kehidupan kita sehari-hari, mulai dari sarana hiburan hingga menyangkut tentang studi linguistik. Salah satu media untuk studi linguistik adalah novel. Novel terjemahan dapat menyediakan contoh-contoh terbaik mengenai karakteristik dari dua bahasa yang berbeda karena hal tersebut akan tercermin pada hasil terjemahannya. Studi ini mendiskusikan tentang karakteristik peristiwa gerak yang berbeda, khususnya mengenai verba gerak pada terjemahan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Studi ini meliputi analisis tentang semantik komponen, klasifikasi tipologi dan strategi penerjemahan dari peristiwa gerak. Data diperoleh dari novel karya Meyer (2005) dan hasil terjemahannya dalam bahasa Indonesia dengan judul serupa yang diterjemahkan oleh Sari (2009). Ekspresi gerak yang terdapat pada kedua novel tersebut dikumpulkan dengan menerapkan metode observasi yang dilengkapi dengan penggunaan teknik catat. Pada analisis, peristiwa gerak yang terdapat pada kedua bahasa dibandingkan untuk mengamati komponen lingualnya (metode padan intralingual). Baik metode formal maupun informal digunakan dalam menampilkan hasil analisis. Teori utama yang diaplikasikan pada studi ini meliputi teori peristiwa gerak oleh Talmy (1985) yang mencakup aspek komponen semantik dan klasifikasi tipologi. Teori dari Slobin (1996 dan 2004) mengenai pola tipologi tambahan dan strategi penerjemahan untuk bahasa-bahasa dengan tipologi berbeda melengkapi teori yang diaplikasikan pada studi ini. Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat sedikit perbedaan pada komponen semantik verba gerak bahasa Inggris dan Indonesia. Bahasa Inggris menggabungkan lebih banyak komponen kecaraan pada verbanya yang membuat bahasa Inggris kaya akan variasi verba kecaraannya yang ekspresif. Sebaliknya, bahasa Indonesia mempunyai lebih banyak variasi verba direksional karena komponen Arah kebanyakan digabungkan pada verba geraknya. Bahasa Indonesia juga menunjukkan penggunaan ketiga pola tipologi dengan jumlah yang hampir sama besar, yaitu dengan kemunculan 31,9 % untuk pola kerangka verba, 29,8% untuk pola kerangka satelit dan 27,4% untuk pola tipologi kerangka yang equivalen. Mengenai strategi penerjemahan, strategi yang paling banyak diaplikasikan adalah strategi M-2 dan P-3. Keduanya mengindikasikan transfer keseluruhan komponen Cara dan Arah dengan kemunculan masing-masing sebesar 50,1% dan 69,9%.


Kata Kunci: penerjemahan, peristiwa gerak, tipologi bahasa, komponen semantik, strategi penerjemahan


ABSTRACT

Translation plays a very significant role in our daily life, ranging from entertainment purposes to linguistics. One of the medium for the latter purpose is novels. Translated novels can provide the best examples regarding the different natures of two languages since they are reflected in the translation results. This study investigates the different nature of motion events, especially the motion verbs in an English-Indonesian translation. It covers the analysis concerning with the semantic components, the typological classification and the strategies of translation for the motion events. The data was taken from Meyer’s (2005) novel entitled Twilight and its Indonesian translation under the same title as translated by Sari (2009). The motion expressions occurring in both novels were collected by using observation method, in particular by applying note taking technique. In the analysis, the motion verbs expressed by the two languages were brought into comparison to investigate their lingual components (intralingual identity method). Both formal and informal methods are used in presenting the result of the analysis. The main theories applied include the theory of motion events by Talmy (1985), covering both the semantic components and the typological classification aspects. The theory from Slobin (1996 and 2004) of an additional typological pattern and the translation strategies for typologically different languages complete the theories applied in this study. The findings shows that there is a slight difference regarding the semantic components of the English and Indonesian motion verbs. English conflates more Manner components within the verbs bringing about a rich and expressive Manner verb variations. In contrast, Indonesian possesses more variation in terms of Path verbs as the Path is mostly conflated in the motion verbs themselves. Indonesian also shows the use of the three typological patterns in an almost equal numbers with the number of occurrences 31.9% for the verb-framed pattern, 29.8% for the satellite-framed pattern and 27.4% for the equipollently-framed pattern. In view of the strategies of translation, the most applied strategies are strategy M-2 and P-3. Both indicate the transfer of all Manner and Path component, having the occurrence of 50.1% and 69.9% respectively.


Keywords: translation, motion event, language typology, semantic component, translation strategy