Tugas Akhir

Persepsi dan Perilaku Masyarakat Terhadap Air Limbah yang Dihasilkan dan Kualitas Air Tukad Rangda di Kota Denpasar, Provinsi Bali

Tesis

Abstrak

Oleh : NI LUH PUTU MEGA PRIANTARI

Email : mega_labu@yahoo.com

Fakultas / Jurusan : Pasca Sarjana / S2 Ilmu Lingkungan

Kualitas air Tukad Rangda selama kurun waktu lima tahun terakhir (2012-2016) terindikasi mengalami pencemaran dengan kualitas air yang semakin menurun. Kondisi tersebut mengindikasikan perlunya upaya pengelolaan yang serius untuk menjaga kualitas air Tukad Rangda. Adapun tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi dan perilaku kepala rumah tangga dan pihak pelaku usaha dalam melakukan pengelolaan air limbah yang berpotensi menimbulkan pencemaran air Tukad Rangda, menentukan kualitas air dan status mutu air berdasarkan Indeks Pencemaran, serta menentukan alternatif strategi pengendalian pencemaran air yang sesuai diterapkan untuk Tukad Rangda. Penentuan sampel dengan cara purposive sampling. Sampel air diambil di tiga titik yaitu pada bagian hulu, tengah, dan hilir Tukad Rangda. Sampel dianalisis secara in situ dan laboratorium. Penentuan persepsi dan perilaku masyarakat dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan wawancara terhadap komponen rumah tangga dan pelaku usaha. Data yang diperoleh dianalisis dengan force-field analysis untuk menentukan alternatif strategi pengendalian pencemaran air Tukad Rangda Hasil analisis persepsi komponen rumah tangga dan pelaku usaha terhadap pengelolaan air limbah yang berpotensi menimbulkan pencemaran air Tukad Rangda menunjukkan hasil yang terkategori baik. Namun, untuk perilaku komponen rumah tangga dan pelaku usaha terhadap pengelolaan air limbah yang berpotensi menimbulkan pencemaran air Tukad Rangda, masing-masing menunjukkan hasil yang terkategori cukup baik dan kurang baik. Kualitas air Tukad Rangda pada wilayah hulu, tengah, dan hilir telah melebihi baku mutu air kelas II sesuai Peraturan Gubernur Bali No. 16 Tahun 2016 untuk parameter BOD, COD, fosfat, dan timbal. Status mutu air Tukad Rangda berdasarkan Metode Indeks Pencemaran pada wilayah hulu, tengah, dan hilir tergolong tercemar ringan. Berdasarkan force-field analysis diperoleh alternatif strategi, yaitu peningkatan wawasan dan pemahaman tentang pengelolaan air limbah kepada masyarakat, pembuatan regulasi pengelolaan air limbah skala rumah tangga, pembinaan, pengawasan, dan penegakan hukum terhadap pelaku usaha yang melanggar peraturan yang berlaku, pemberian bantuan sarana pengolahan air limbah, serta pengembangan kawasan wisata air Tukad Rangda melalui pelibatan peran serta masyarakat.

Kata kunci : -

Download : File 1 File 2 File 3