Tugas Akhir

IMPLEMENTASI BIOSISTEM UNTUK PENGOLAHAN AIR LIMBAH LAUNDRY

Tesis

Abstrak

Oleh : I KADEK WIDIANTARA

Email : -

Fakultas / Jurusan : Pasca Sarjana / S2 Ilmu Lingkungan

Pertumbuhan penduduk diikuti peningkatan aktivitas kegiatan laundry menghasilkan limbah jika dibiarkan akan menimbulkan kerusakan biota perairan. Untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya suatu sistem pengolahan air limbah laundry yang ramah lingkungan seperti biosistem. Biosistem yang digunakan pada penelitian ini dengan ukuran panjang 180 cm lebar 60 cm dan tinggi 40 cm diisi kerikil sebagai media penyaring dan tanaman rumput gajah (pennisetum purpureum). Adapun cara pengolahan yang pertama digenangkan selama 24 jam pada bak anaerob kemudian pengoperasian biosistem, yaitu dilakukan dengan cara menuangkan limbah kedalam bak biosistem kemudian sampel air limbah diambil pada keluaran biosistem. Dari hasil pengukuran, bak anaerob mampu menurunkan kadar BOD, COD, fosfat dan deterjen berturut-turut sebesar 115,29 mg/l, 151,8 mg/l, 1,39 mg/l dan 1,24 mg/l sedangkan pada biosistem menurunkan kadar BOD, COD, fosfat dan deterjen berturut-turut sebesar 11,8 mg/l, 10,16 mg/l, -0,52 mg/l dan 0,07 mg/l. Jadi biosistem yang dipadukan dengan bak penampungan anaerob mampu menurunkan kadar BOD, COD, fosfat dan deterjen sebesar 127,09 mg/l, 161,96 mg/l, 0,8699 mg/l dan 1,3228 mg/l pada roughing filter aliran horizontal dalam pengolahan air limbah laundry. Efektivitas dari penurunan kadar BOD, COD, fosfat dan deterjen pada penampungan anaerob berturut-turut yaitu sebesar 67,04%, 65,21%, 94,19%, dan 75,94% sedangkan efektivitas kadar BOD, COD, fosfat dan deterjen pada biosistem berturut-turut yaitu sebesar 20,82%, 12,54%, -610,23%, dan 18,51%. Jadi kinerja dari komponen fisik dan biologis dalam biosistem yang dipadukan dengan bak penampungan anaerob efektif menurunkan kadar BOD, COD, fosfat dan deterjen berturut-turut sebesar 73,91%, 69,58%, 58,74% dan 80,03% (di atas 50%) dalam satu kali perlakuan. Namun hanya dalam menurunkan kadar fosfat efektivitasnya masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan efektivitas baku mutu. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan perhitungan untuk menemukan tanaman pada biosistem yang dapat tumbuh dengan subur. Selain itu diperlukan juga penelitian lanjutan untuk menemukan waktu operasi sampai biosistem mengalami kondisi breaktrough.

Kata kunci : -

Download : File 1 File 2 File 3