Pascasarjana Unud Jadi Tuan Rumah IEWF-AAC 2026, Dorong Kolaborasi Peneliti Muda Lintas Negara Asia

Sekolah Pascasarjana Universitas Udayana (Unud) menjadi penyelenggara Interdisciplinary Exchange Workshop for the Future of All Asian Countries (IEWF-AAC) 2026 yang diagendakan berlangsung di Denpasar, Bali, pada 5–6 Oktober 2026. Mengusung tema "Building the Next Generation of Interdisciplinary Researchers in Asia", forum internasional ini dirancang untuk memperkuat pertukaran pengetahuan, kolaborasi lintas negara, dan pengembangan kapasitas peneliti muda melalui diskusi ilmiah multidisiplin.

DENPASAR – Sekolah Pascasarjana Universitas Udayana (Unud) menjadi tuan rumah agenda internasional Interdisciplinary Exchange Workshop for the Future of All Asian Countries (IEWF-AAC) 2026 yang dijadwalkan pada Senin hingga Selasa, 5–6 Oktober 2026. Kegiatan ini mempertemukan komunitas akademik lintas negara untuk mendorong pertukaran gagasan, pengembangan jejaring penelitian, serta kolaborasi interdisipliner dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di kawasan Asia.

Melalui tema "Building the Next Generation of Interdisciplinary Researchers in Asia", IEWF-AAC 2026 menempatkan pengembangan generasi peneliti muda sebagai fokus utama. Forum ini dirancang sebagai ruang bagi akademisi dan peneliti dari berbagai bidang keilmuan untuk berbagi hasil penelitian, memperluas perspektif ilmiah, dan membangun komunikasi akademik lintas institusi.

Berdasarkan informasi kegiatan yang dipublikasikan panitia, IEWF-AAC 2026 menampilkan cakupan partisipasi dari enam negara, delapan pembicara pleno, serta 30 peneliti muda. Angka tersebut menjadi gambaran skala forum internasional yang dirancang untuk mendukung pertukaran ilmiah dan penguatan jejaring akademik di kawasan Asia.

6

Negara Partisipan

Cakupan partisipasi internasional sebagaimana tercantum dalam informasi kegiatan.

8

Pembicara Pleno

Jumlah pembicara pleno yang diinformasikan dalam publikasi IEWF-AAC 2026.

30

Peneliti Muda

Peneliti muda yang menjadi bagian dari cakupan kegiatan internasional.

Pertukaran Ilmiah dan Kolaborasi Penelitian Internasional

Rangkaian kegiatan ilmiah hari pertama dijadwalkan berlangsung di Ruang 3.10 Gedung Pascasarjana Universitas Udayana, Jalan P.B. Sudirman, Denpasar. Agenda dimulai dengan registrasi, dilanjutkan sesi pembukaan yang menampilkan tarian penyambutan khas Bali sebagai pengenalan budaya lokal kepada peserta internasional.

Berdasarkan susunan acara, sesi pembukaan mencakup sambutan dari Prof. I.N.S. Winaya dari Universitas Udayana, serta sambutan pembukaan oleh Prof. Nasruddin dari Universitas Indonesia dan Dr. Takuya Mabuchi dari Tohoku University, Jepang. Keterlibatan akademisi dari sejumlah perguruan tinggi tersebut menunjukkan ruang kerja sama antarinstitusi yang menjadi fokus penyelenggaraan IEWF-AAC 2026.

Agenda ilmiah hari pertama memuat tiga sesi pleno. Sesi pertama dijadwalkan menghadirkan Prof. Manami Goto dari Akita University, Jepang. Sesi pleno kedua menghadirkan Prof. Jung Woo Lee dari Pusan National University, Korea Selatan, sedangkan sesi pleno ketiga dijadwalkan disampaikan oleh Prof. I.N.S. Winaya dari Universitas Udayana, Indonesia.

Selain sesi pleno, panitia menyusun tiga kelompok sesi presentasi penelitian, yakni Sesi A, B, dan C. Secara keseluruhan, terdapat 12 slot presentasi yang tercantum dalam agenda hari pertama. Setiap presentasi dialokasikan waktu 15 menit, termasuk diskusi, sehingga peserta memiliki kesempatan untuk menyampaikan hasil kajian sekaligus memperoleh tanggapan dari akademisi lainnya.

Sejumlah institusi yang tercantum dalam agenda presentasi meliputi Universitas Udayana, Universitas Indonesia, Akita University, Tohoku University, Iwate University, dan Pusan National University. Keterlibatan perguruan tinggi tersebut menghadirkan ruang interaksi akademik antara peneliti dari Indonesia, Jepang, dan Korea Selatan, dengan cakupan partisipasi kegiatan yang lebih luas sebagaimana diinformasikan dalam publikasi panitia.

Melalui diskusi antarpeserta dan pertukaran gagasan lintas bidang, forum ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan peneliti muda dalam mengomunikasikan temuan ilmiah, menerima masukan akademik, serta membangun hubungan profesional dengan peneliti dari perguruan tinggi lain.

Memadukan Jejaring Akademik dengan Pengenalan Budaya Bali

Tidak hanya berfokus pada pertukaran ilmiah, IEWF-AAC 2026 juga memasukkan kegiatan sosial dan pengenalan budaya Bali dalam rangkaian acaranya. Agenda hari pertama mencantumkan makan malam bersama di kawasan Jimbaran setelah sesi ilmiah dan penutupan. Kegiatan tersebut dirancang sebagai kesempatan bagi peserta untuk melanjutkan interaksi dan membangun jejaring dalam suasana yang lebih informal.

Pada hari kedua, Selasa (6/10/2026), panitia menjadwalkan kunjungan budaya ke sejumlah kawasan di Bali. Perjalanan diawali dengan agenda di Ubud, termasuk kunjungan ke kawasan persawahan berteras Tegallalang, Puri Ubud, dan pasar seni. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan menuju Kintamani untuk menikmati panorama Gunung Batur dan Danau Batur.

Kunjungan berikutnya dijadwalkan menuju Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, yang dikenal dengan tata ruang permukiman dan tradisi masyarakat Balinya. Agenda dilanjutkan dengan kunjungan ke BAS De ATAYANA di kawasan Penglumbaran, Bangli, sebelum rombongan kembali ke Denpasar.

Integrasi kegiatan akademik dan pengenalan budaya tersebut memberikan ruang bagi peserta internasional untuk memahami konteks sosial dan budaya Bali, sekaligus memperluas interaksi antarpeserta di luar forum presentasi formal.

Fokus IEWF-AAC 2026

Workshop mengusung tiga fokus utama, yakni pertukaran ilmiah internasional, kolaborasi lintas negara, dan diskusi penelitian interdisipliner. Ketiganya menjadi landasan kegiatan untuk memperluas jejaring dan mendukung pengembangan peneliti muda di Asia.

Penyelenggaraan IEWF-AAC 2026 menempatkan Sekolah Pascasarjana Universitas Udayana sebagai salah satu ruang pertemuan akademik internasional di Bali. Melalui rangkaian presentasi ilmiah, sesi pleno, diskusi, dan interaksi lintas budaya, forum ini diharapkan mendukung terbentuknya jejaring penelitian berkelanjutan serta membuka peluang kolaborasi akademik antarinstitusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di kawasan Asia.