Jemput Bola, Magister Pembangunan dan Keuangan Berkelanjutan Pascasarjana Unud Lakukan Sosialisasi Promosi ke Jembrana

BERITA

JEMBRANA - Program Studi Magister Pembangunan dan Keuangan Berkelanjutan (MPKB) Pascasarjana Universitas Udayana menggelar sosialisasi promosi di Kabupaten Jembrana, Selasa, 5 Mei 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Jimbarwana, Kantor Bupati Jembrana, mulai pukul 10.00 Wita hingga 12.30 Wita. Acara ini dihadiri Koordinator Program Studi MPKB, dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan BPKSDM Jembrana.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana, Drs. I Made Budiasa, M.Si. Dalam forum itu, pemerintah daerah menyambut sosialisasi MPKB sebagai ruang penguatan kompetensi aparatur, terutama dalam bidang pembangunan berkelanjutan, penyusunan kebijakan daerah, dan pengelolaan keuangan yang selaras dengan prinsip lingkungan.

Dosen MPKB, Prof. Dr. Ir. Wayan Budiasa, SP., MP., IPU., ASEAN Eng., menekankan pentingnya penguatan pendidikan berkelanjutan di Indonesia. Menurutnya, isu Sustainable Development Goals (SDGs), sustainable finance, dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) semakin dibutuhkan dalam tata kelola pembangunan, baik di tingkat pemerintah pusat maupun daerah. “Pendidikan berkelanjutan menjadi sangat penting karena isu SDGs, sustainable finance, dan KLHS saat ini semakin relevan bagi pemerintah pusat maupun daerah,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa penyusunan KLHS merupakan kewajiban daerah dalam periode tertentu. Karena itu, kemampuan memahami dan menyusun KLHS menjadi kompetensi penting dalam mendukung proses perencanaan pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Koordinator Program Studi MPKB, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gede Ustriyana, MM., menjelaskan bahwa MPKB dirancang sebagai program lintas disiplin. Program ini terbuka bagi lulusan S1 dari berbagai bidang, termasuk pemerintahan, ekonomi, teknik, pertanian, MIPA, hingga kedokteran. Perkuliahan dapat ditempuh maksimal tiga semester atau sekitar 1,5 tahun dengan sistem hybrid. MPKB juga menawarkan dua konsentrasi utama, yaitu Pembangunan Berkelanjutan dan Keuangan Berkelanjutan.

Dalam pemaparan kurikulum, MPKB disebut memiliki beban studi 54 SKS. Semester pertama berisi mata kuliah wajib, sedangkan semester kedua menyediakan pilihan konsentrasi dan mata kuliah pilihan. Pada bidang pembangunan berkelanjutan, mahasiswa mempelajari KLHS, Rencana Aksi SDGs, dan E-Monev. Pada bidang keuangan berkelanjutan, mahasiswa mempelajari taksonomi dan ekosistem berkelanjutan. Biaya kuliah atau UKT program ini tercatat sebesar Rp7.800.000 per semester.

Sesi tanya jawab menyoroti persyaratan latar belakang pendidikan, model perkuliahan, serta ruang lingkup kajian keuangan dalam MPKB. Pihak program studi menegaskan bahwa MPKB terbuka untuk seluruh lulusan S1 dan memberi fleksibilitas pembelajaran secara daring maupun luring. Kegiatan kemudian ditutup oleh Koordinator Program Studi MPKB pada pukul 12.30 Wita. Dalam dokumentasi kegiatan, sosialisasi tampak berlangsung di ruang rapat resmi dengan peserta yang mengikuti pemaparan secara langsung.(bmp)